Post

Bedah Buku SYAMSUDDIN UMAR “BOLA ITU BUNDAR”

30 April 2018

Bedah Buku  SYAMSUDDIN UMAR  “BOLA ITU BUNDAR”

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Bedah Buku Syamsuddin Umar "Bola itu Bundar" di Hotel Grand Imawah Makassar, Senin (30 April 2018) yang dibuka secara resmi oleh Bapak Drs. Yulianus Batara Saleh, MM. ( Sekdis DPK Prov. SulSel). Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah sebagai salah satu sarana promosi perpustakaan dan juga memberikan wadah bagi penulis lokal untuk mengekspresikan dan meningkatkan daya imajinasi serta kreativitasnya. Bedah buku ini mengenalkan karya penulis lokal dan membagikan buku kepada peserta secara cuma-cuma.

Peserta yang hadir dalam Bedah Syamsuddin Umar “ Bola itu Bundar” ini adalah wartawan, mantan pemain sepak bola PSM, pelatih PSM, akademisi, Pejabat Eselon III dan IV, Fungsional Pustakawan DPK Prov. Sulsel serta pejabat dari Dispora Sulsel. Nara Sumber bedah buku adalah Syamsuddin Umar (narasumber); Pembahas Prof. Drs. M.Husain Syam M. IP (Rektor UNM Makassar); Andi Darussalam Tabursalla (Tokoh Sepak Bola Nasiona); Moderator Andi Mangara (Host). Syamsuddin Umar memperkenalkan buku “ Bola itu Bundar” berangkat dari keinginannya sebagai mantan pemain dan pelatih PSM menceritakan tentang perjalanan hidupnya bertemu dengan orang-orang yang banyak membantu serta “menendangnya” ke arah positif.

Berikut ini beberapa pendapat dari pembahas Bedah Buku “Bola itu Bundar”

Andi Darussalam Tabursalla, mengunggkapkan pendapat tentang Syamsuddin Umar, di antaranya :

  • Mempunyai karakter mau mendengar dan berdiskusi, serta profesional sebagai pemain sehingga dijuluki “si Bungsu”; Sebagai penggerak sepak bola khususnya Makassar sehingga semarak seperti skarang ini;
  • Pernah menjabat sebagai Kepala Dispora Provinsi Sulawesi Selatan; Sebagai pelatih dan mengenyam pendidikan, serta;
  • Memiliki kemauan belajar, banyak mendengar serta loyalitas.

Prof. Drs. M.Husain Syam M. IP mengunggkapkan pendapat tentang Syamsuddin Umar, di antaranya :

  • Buku ini adalah fakta nyata, yang mampu menghadirkan Syamsuddin Umar yang memiliki keberanian untuk dikomentari, kemudian dituangkanserta diwariskan dalam bentuk buku yang dapat dipelajari untuk menginspirasi orang lain.
  • Buku ini bukan belajar bagaimana bermain bola, tapi bagaimana Syamsuddin Umar sebagai sosok pemain/pelatih profesional yang memiliki karakter (kejujuran dan kecerdasan) dan sosok teladan (sedehana dan bersahabat) yang dibutuhkan di zaman teknologi informasi sekarang ini.
  • Bola memberikan makna sesungguhnya dalam kehidupan, "bola itu seperti semangat yang tidak boleh menyerah dalam mendapatkan yang terbaik (menyerah sebelum bertanding), bahkan kalah itu sendiri adalah kemenangan yang telah diperoleh",

Pada akhir Bedah Buku “Bola itu Bundar”, Syamsuddin Umar, mengucapka terima kasih sebesar-besarnya dan mengharapkan adanya peningkatan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, dengan kondisi sekarang ini para pemain sepak bila hanya memiliki 3 (tiga) lapangan yang digunakan oleh 400 sd 500 orang pemain.



Tags:

Comment (0)

Leave a Comment